Besok Ada Gerhana Matahari, Cuma Bisa Dilihat Astronaut Artemis II


Jakarta, CNN Indonesia

Empat astronaut misi Artemis II Akansegera Menyaksikan Gerhana Matahari Total Untuk sisi jauh Bulan Di Senin malam (6/4) waktu Amerika atau Kamis (7/4) pagi waktu Indonesia.

Trend Populer ini terjadi Di kapsul Orion milik NASA melintasi sisi jauh Bulan Untuk manuver lunar flyby, momen puncak perjalanan bersejarah yang dimulai Dari peluncuran Di 1 April lalu.

Gerhana dijadwalkan berlangsung mulai Di pukul 20.35 EDT atau 07.35 WIB Di 7 April.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, Trend Populer ini eksklusif Sebagai para astronaut Artemis II dan tidak bisa disaksikan Untuk permukaan Bumi, termasuk Di Indonesia. Gerhana ini hanya terlihat Untuk posisi kapsul Orion yang berada jauh Di balik Bulan.





Yang membuat kejadian ini istimewa adalah durasi dan skalanya, Lantaran kapsul Orion jauh lebih Di Di Bulan dibanding pengamat Di Bumi, Supaya Bulan tampak jauh lebih besar Untuk perspektif para astronaut.

Sebab, Matahari Akansegera tertutup sepenuhnya Di Di 53 menit atau hampir tujuh kali lebih lama dibanding durasi maksimum gerhana total yang bisa disaksikan Untuk permukaan Bumi.

“Untuk sudut pandang kita, Bulan dan Matahari Di langit tampak berukuran hampir sama,” kata Kelsey Young, pemimpin operasi sains penerbangan Artemis Untuk NASA Di Sabtu (4/4), dikutip Untuk Space.

Akan Tetapi, kapsul Orion disebut Memperoleh sudut pandang yang sangat berbeda.

“Bulan tampak jauh, jauh lebih besar Untuk perspektif mereka dibanding Untuk sini Di Bumi,” tambahnya.

NASA tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Para astronaut diminta melakukan observasi ilmiah Di gerhana berlangsung, khususnya Memperhatikan korona Matahari, lapisan terluar atmosfer bintang yang biasanya tidak bisa diamati Lantaran tertutup cahaya Matahari yang menyilaukan.

“Kami telah menyertakan panduan Untuk mereka Sebagai mendeskripsikan fitur-fitur yang bisa mereka lihat Di korona Matahari,” kata Young.

Pengamatan ini diharapkan membantu ilmuwan memahami proses-proses Di korona Untuk sudut pandang yang belum pernah tersedia Sebelumnya Itu.

Young menekankan bahwa mata manusia Memperoleh kemampuan unik yang tidak dimiliki Lensa robotik, salah satunya mampu Menahan nuansa warna dan bayangan yang halus.

Ia mencontohkan temuan Apollo 17, Di mana astronaut memperhatikan regolith berwarna oranye yang Menginformasikan bahwa Kegiatan vulkanik Di Bulan berlangsung lebih Mutakhir Untuk Prakiraan Sebelumnya Itu.

Untuk astronaut Jeremy Hansen Untuk Kanada, Trend Populer ini adalah bonus yang tak terduga.

“Itu sesuatu yang tadinya tidak kami perkirakan Akansegera kami alami,” katanya.

“Tapi Lantaran kami meluncur Di 1 April, kami sekarang bisa menyaksikannya. Cukup menakjubkan,” imbuhnya.

Bersama Detail, gerhana semacam ini bukan pertama kali dialami manusia. Para astronaut Apollo yang mengorbit Bulan juga pernah Menyaksikan gerhana serupa Untuk kawasan lunar.

Akan Tetapi Untuk generasi Di ini, ini adalah pertama kalinya Dari era Apollo, manusia berada cukup Di Bersama Bulan Sebagai Merasakan Trend Populer tersebut.

Sesudah melewati sisi jauh Bulan, Orion Akansegera meluncur kembali Di Bumi. Para astronaut dijadwalkan mendarat Di lepas pantai San Diego Di Jumat (10/4), menuntaskan misi lunar berawak pertama Untuk lebih Untuk 50 tahun.

(lom/fea)


Add

as a preferred
source on Google





Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Besok Ada Gerhana Matahari, Cuma Bisa Dilihat Astronaut Artemis II

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ