Jakarta –
Samsung Electronics dan SK Hynix Memperbaiki Penanaman Modal Di pabrik chip mereka Di China Di Di pasar memori yang Lebihterus ketat akibat lonjakan kebutuhan komputasi AI.
Berdasarkan laporan tahunan, Samsung menggelontorkan 465,4 miliar won atau Di USD 308,8 juta (Rp 4,9 triliun) Ke fasilitasnya Di Xi’an sepanjang 2025, naik 67,5% dibanding tahun Sebelumnya. Di Pada Yang Sama, SK Hynix Mengalokasikan 581,1 miliar won (Rp6,1 triliun) Di pabrik Wuxi dan 440,6 miliar won (Rp 4,6 triliun) Di Dalian, masing-masing naik 102% dan 52% secara tahunan.
Langkah ini mencerminkan upaya cepat Memperbaiki pasokan Di Di lonjakan permintaan chip memori, khususnya DRAM dan NAND, yang kini banyak digunakan Sebagai AI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebab pembangunan pabrik Mutakhir butuh tiga hingga lima tahun, optimalisasi fasilitas yang sudah ada Di China Dari Sebab Itu cara paling cepat Sebagai merespons permintaan,” kata Lee Byung-chul, peneliti Didalam Sejong Institute.
Fasilitas Xi’an milik Samsung sendiri menyumbang Di 40% produksi NAND Internasional perusahaan. Di sisi lain, pabrik Wuxi milik SK Hynix berkontribusi lebih Didalam 30% produksi DRAM mereka, Sambil Itu Dalian menjadi basis produksi NAND.
Permintaan yang tinggi membuat pasokan chip memori disebut sudah habis terpesan Sebagai tahun ini. Proyeksi Goldman Sachs Malahan Meramalkan defisit pasokan DRAM mencapai 4,9% Didalam total permintaan Di 2026–yang disebut sebagai kekurangan terparah Untuk 15 tahun terakhir. Sebagai NAND, defisit diperkirakan mencapai 4,2%.
Selain sebagai basis produksi, China juga menjadi pasar penting. Menurut analis S&P Internasional Ratings, Negeri tersebut Memperoleh porsi besar Untuk pasar Internasional PC dan smartphone.
Di Di situasi ini, pemerintah China Mendorong kerja sama lebih Untuk. Kepala badan Pendesainan ekonomi China, Zheng Shanjie, Malahan meminta Samsung Sebagai memperluas Penanaman Modal Di Negeri tersebut.
Chairman Samsung, Lee Jae-yong, menegaskan posisi China Untuk strategi Internasional perusahaan. “China adalah Pada penting Didalam strategi Internasional Samsung,” ujarnya.
Tetapi ekspansi ini tidak lepas Didalam tekanan Hubungan Dunia. Pemerintah Amerika Serikat telah memperketat kontrol Produk Ekspor peralatan chip Ke China Dari 2025, yang membuat perusahaan harus Menyambut izin tahunan Sebagai mengimpor Keahlian Didalam AS.
“Penanaman Modal ini Menunjukkan perusahaan Korea harus memaksimalkan fasilitas yang ada Di China Di Di pembatasan AS,” kata Lee, demikian dikutip detikINET Didalam SCMP, Selasa (31/3/2026).
Di sisi lain, perkembangan Keahlian juga bisa memengaruhi permintaan. Google Mutakhir-Mutakhir ini Memperkenalkan Logika Turbo Quant yang diklaim mampu menekan kebutuhan memori hingga seperenam Didalam Situasi Pada ini.
Jika Keahlian tersebut diadopsi luas, permintaan chip memori Berpeluang melambat–menjadi faktor Mutakhir yang perlu diantisipasi industri semikonduktor Internasional.
(asj/asj)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Krisis RAM, Samsung Geber Penanaman Modal Pabrik Di China











