Jakarta –
China bikin terobosan mencengangkan Lantaran diklaim berhasil Menampilkan sinyal Jaringan Untuk luar angkasa yang lebih kencang, Malahan bisa bisa mengirimkan Hubungan hingga 1 Gbps.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan komunikasi satelit Untuk China ini Sesudah para peneliti berhasil mengirimkan data berkecepatan tinggi menggunakan laser berkekuatan sangat kecil Untuk orbit geostasioner. Eksperimen ini dilaporkan mampu mencapai Kelajuan transmisi 1 Gbps Untuk jarak Di 36.000 kilometer Ke atas Bumi.
Studi tersebut dipimpin Didalam Wu Jian Untuk Peking University of Posts and Telecommunications bersama Liu Chao Untuk Chinese Academy of Sciences. Hasil Studi mereka dipublikasikan Untuk jurnal Acta Optica Sinica.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk eksperimen tersebut, para peneliti menggunakan sinar laser Didalam daya hanya 2 watt Sebagai mengirim data Untuk satelit Ke orbit geostasioner Hingga stasiun penerima Ke Bumi. Kendati dayanya relatif kecil, Ilmu Pengetahuan ini mampu menghasilkan Kelajuan transmisi yang sangat tinggi.
Menurut laporan Studi tersebut, sebagaimana dikutip Untuk Daily Galaxy, Jumat (27/3/2026) sistem yang diuji mampu mencapai downlink data hingga 1 Gbps Untuk orbit geostasioner. Kelajuan ini Malahan disebut bisa melampaui Penampilan sistem komunikasi satelit tertentu yang beroperasi Ke orbit rendah.
Sebagai Memberi gambaran tentang Kelajuan tersebut, para peneliti menyebut sistem ini secara teoritis mampu mengirim Sinema berdefinisi tinggi Untuk Shanghai Hingga Los Angeles Untuk waktu kurang Untuk lima detik.
Salah satu tantangan utama Untuk komunikasi laser Untuk satelit sebenarnya bukan jarak Ke ruang angkasa, melainkan gangguan atmosfer Di sinyal melewati lapisan udara Bumi. Turbulensi atmosfer dapat menyebabkan sinar laser terdistorsi Agar sinyal yang diterima Ke darat menjadi tidak stabil.
Untuk penjelasan Studi tersebut disebutkan bahwa gangguan atmosfer dapat menyebabkan sinyal laser terpecah dan berubah bentuk Sebelumnya mencapai penerima Ke darat.
Sebagai mengatasi masalah tersebut, Skuat peneliti menggunakan teleskop berdiameter 1,8 meter yang dilengkapi 357 mikro-cermin. Sistem ini berfungsi menyesuaikan bentuk sinyal laser secara real time agar tetap fokus Kendati Merasakan distorsi Di melewati atmosfer.
Ilmu Pengetahuan yang digunakan merupakan kombinasi Di adaptive optics yang memperbaiki distorsi sinyal dan Gaya diversity reception, yaitu Cara yang Menahan beberapa jalur sinyal sekaligus Sebelumnya digabungkan kembali Di proses decoding data.
Pendekatan ini disebut sebagai AO-MDR synergy dan terbukti Meningkatkan stabilitas transmisi secara signifikan. Untuk laporan Studi disebutkan bahwa tingkat sinyal yang dapat digunakan Meresahkan Untuk Di 72% menjadi 91,1% Sesudah Ilmu Pengetahuan tersebut diterapkan.
Alih-alih memaksa sinyal kembali Hingga bentuk ideal, sistem ini membagi sinyal menjadi beberapa jalur berbeda dan Sesudah Itu memilih jalur yang paling kuat Sebagai digabungkan kembali Di proses penerimaan data.
Sukses eksperimen ini Menunjukkan potensi besar Ilmu Pengetahuan komunikasi satelit berbasis laser Sebagai masa Di jaringan data Dunia. Sistem semacam ini dapat digunakan Sebagai komunikasi satelit berkapasitas tinggi, relay data antarsatelit, hingga komunikasi ruang angkasa jarak jauh.
Akan Tetapi Ilmu Pengetahuan ini masih membutuhkan stasiun penerima khusus Didalam ukuran teleskop yang besar Ke darat, Agar penggunaannya Di ini lebih cocok Sebagai infrastruktur komunikasi skala besar dibandingkan layanan Jaringan langsung Sebagai Rumah tangga.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Wussh! China Berhasil Kirim Jaringan Satelit Kelajuan 1 Gbps









