Jakarta –
Keahlian yang ideal adalah Keahlian yang mampu melayani manusia Didalam lebih cepat, efisien, dan humanis. Prinsip ini ditegaskan Dari Richard Branson, Pendiri Virgin Group yang membawahi lebih Untuk 400 perusahaan, Untuk bukunya The Virgin Way: Everything I Know About Leadership (2014).
Filosofi tersebut tampaknya selaras Didalam langkah strategis Singapore Airlines (SIA) berkolaborasi Didalam OpenAI. Hingga Ditengah persaingan ketat industri penerbangan Dunia, langkah SIA ini menjadi standar Mutakhir (benchmark) Untuk maskapai lain Untuk memanfaatkan AI Untuk operasional skala besar Untuk Memperkenalkan level kepuasan Mutakhir Untuk para pelanggannya.
Kemitraan yang terjalin Sebelum April 2025 ini mencatatkan sejarah sebagai kolaborasi perdana OpenAI Didalam maskapai penerbangan Dunia terkemuka Lewat Pembaruan solusi Generative Ai (GenAI) mutakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keahlian ini mampu memahami dan menafsirkan teks, audio, diagram, hingga video. Hal ini memperkuat layanan pelanggan sekaligus menyederhanakan alur kerja, yang Ke akhirnya mendongkrak efisiensi operasional dan produktivitas staf secara signifikan.
Langkah awal kedua perusahaan difokuskan Ke penguatan asisten virtual berbasis AI yang tersedia Hingga situs resmi SIA. Didalam mengoptimalkan fitur yang telah ada, seperti rekomendasi penerbangan, SIA ingin menciptakan Pengalaman Hidup yang lebih intuitif Untuk pelanggan Untuk merencanakan dan mengelola perjalanan mereka.
Asisten virtual yang telah ditingkatkan ini menawarkan Pemberian yang lebih cerdas dan personal. Pelanggan Akansegera dibantu Untuk menemukan destinasi yang tepat berdasarkan data yang akurat dan relevan Untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Didalam menyederhanakan proses perjalanan dan memperluas fitur layanan mandiri, asisten ini menciptakan Keterlibatan yang lebih kohesif dan responsif. Hal ini diharapkan mampu mempererat keterikatan pelanggan Pada layanan SIA secara keseluruhan Lewat Pengalaman Hidup digital yang mulus.
|
Foto: Singapore Airlines
|
Manfaat Asisten Virtual Berbasis AI
Dampak positif juga dirasakan Dari staf SIA Hingga garis Didepan maupun operasional. Sebab, asisten virtual ini dirancang Untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin serta Memberi panduan operasional berdasarkan basis data Tindak Kejahatan-Tindak Kejahatan yang telah sukses ditangani Sebelumnya.
Lewat integrasi kemampuan AI multimodal Untuk OpenAI, staf dapat memproses informasi Untuk berbagai format secara instan. Kecepatanakses akses informasi ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, Agar staf dapat lebih fokus Ke aspek pelayanan pelanggan yang bersifat krusial dan empatik.
Tak berhenti Hingga situ, SIA juga mengoptimalkan operasionalnya Didalam menanamkan model AI canggih milik OpenAI Hingga Untuk sistem internal Untuk menangani pemecahan masalah yang lebih kompleks.
Integrasi ini sangat membantu Untuk manajemen tugas rumit, seperti penjadwalan kru pesawat. Sistem Akansegera Merencanakan berbagai variabel mulai Untuk regulasi, batasan operasional, hingga ketersediaan sumber daya manusia secara akurat dan otomatis.
Penyajian data hasil analisis AI ini memungkinkan staf bekerja secara lebih presisi Hingga Ditengah dinamika penerbangan yang tinggi. Hasil kelancaran operasional yang berdampak langsung Ke Standar Pengalaman Hidup perjalanan penumpang Hingga setiap titik sentuhan.
George Wang, Senior Vice President Information Technology Singapore Airlines, Mengungkapkan bahwa kolaborasi Didalam OpenAI merupakan bukti nyata komitmen SIA Pada Pembaharuan digital dan kepemimpinan Hingga industri penerbangan.
“Didalam memanfaatkan solusi AI yang mutakhir, kami Akansegera Memperbaiki efisiensi operasional, produktivitas staf, dan Memberi Pengalaman Hidup pelanggan yang lebih baik secara menyeluruh, Agar membantu mempertahankan posisi SIA Group sebagai pemimpin Hingga industri ini,” ujarnya.
Oliver Jay, Managing Director International OpenAI, turut menambahkan bahwa Singapore Airlines telah lama dikenal sebagai pemimpin Dunia yang menjadi tolok ukur Untuk hal Pembaharuan dan layanan pelanggan.
“Kami sangat antusias bekerja sama Didalam SIA Untuk mengeksplorasi bagaimana AI secara canggih dapat Memperbaiki Pengalaman Hidup perjalanan, memberdayakan karyawan, dan mengoptimalkan kegiatan operasional yang kompleks,” jelasnya.
Foto: Dok. Singapore Airlines |
Solusi Inovatif Untuk Industri Penerbangan
Perluasan kapabilitas AI ini tidak hanya terbatas Ke aspek generatif, tetapi juga menyentuh manajemen data pelanggan secara menyeluruh. Selain OpenAI, Singapore Airlines juga memperkuat ekosistem digitalnya Didalam menggandeng Salesforce Untuk mengintegrasikan Agentforce, Einstein Hingga Service Cloud, serta Data Cloud.
Kedua pihak juga berencana Membuat solusi AI khusus industri penerbangan Lewat pusat Salesforce AI Research Hingga Singapura. Kolaborasi strategis ini diharapkan melahirkan Pembaharuan yang Memberi nilai tambah signifikan serta manfaat jangka panjang Untuk seluruh sektor aviasi Dunia.
SIA Akansegera menggunakan Agentforce, sebuah sistem AI berbasis agen otonom, Untuk mengelola tugas-tugas spesifik Untuk layanan pelanggan. Tujuannya agar staf layanan pelanggan Memiliki ruang lebih Untuk Memberi sentuhan personal Untuk setiap Keterlibatan langsung Didalam penumpang.
Agentforce didukung Dari Data Cloud, mesin data berskala besar Untuk Salesforce yang mengonsolidasikan informasi relevan Untuk Memperbaiki Pemberian AI. Seluruh integrasi data ini dilakukan Didalam standar Kepribadian yang ketat, memastikan bahwa personalisasi layanan tetap sejalan Didalam perlindungan data pelanggan yang menjadi prioritas utama.
SIA juga memanfaatkan kecerdasan buatan Einstein Ke Service Cloud Untuk merangkum riwayat Keterlibatan pelanggan Didalam maskapai. Keahlian ini Memberi panduan yang membantu staf memahami kebutuhan penumpang secara proaktif dan Memberi solusi yang lebih akurat Sebelumnya masalah muncul.
Lewat langkah ini, SIA berhasil memangkas waktu respons rata-rata sekaligus Memperkenalkan layanan yang lebih efisien dan antisipatif. Hal ini membuktikan bahwa Keahlian dapat memperkuat sisi kemanusiaan Untuk layanan pelanggan kelas dunia.
Goh Choon Phong, Chief Executive Officer Singapore Airlines (Foto: Reuters) |
Goh Choon Phong, Chief Executive Officer Singapore Airlines, menekankan bahwa sebagai maskapai yang mengedepankan transformasi digital, SIA berkomitmen Untuk terus berinvestasi Ke Keahlian yang relevan. Di 18 bulan terakhir, SIA Group telah Membuat lebih Untuk 250 Tindak Kejahatan penggunaan GenAI dan mengimplementasikan Disekitar 50 inisiatif Hingga berbagai lini operasional.
“Salesforce adalah pelopor Untuk AI berbasis agen. Integrasi Agentforce, Einstein in Service Cloud, dan Data Cloud Hingga Untuk sistem manajemen Tindak Kejahatan pelanggan SIA Akansegera Memperbaiki kemampuan kami Untuk membantu pelanggan secara lebih efisien dan menandai langkah pertama Untuk kolaborasi ini. Bersama, kami Akansegera Membuat solusi AI yang Mendorong perubahan yang bermakna dan berdampak, serta menetapkan standar Mutakhir Untuk Kelebihan layanan Hingga industri penerbangan,” jelasnya.
Marc Benioff, Chair dan Chief Executive Officer Salesforce, menyebutkan bahwa kehadiran tenaga kerja digital Lewat agen AI otonom adalah revolusi Untuk Pengalaman Hidup pelanggan dan transformasi Usaha Hingga era modern.
“Kami sangat senang dapat bermitra Didalam Singapore Airlines, pelopor Untuk revolusi AI ini, Untuk membawa layanan pelanggan mereka yang sudah luar biasa Hingga tingkat yang lebih tinggi, memperkuat tenaga kerja mereka, dan berkolaborasi Untuk solusi AI inovatif Untuk industri penerbangan. Didalam platform tenaga kerja digital kami yang terintegrasi, kami menghubungkan manusia Didalam agen AI otonom yang tepercaya, membuka Kemungkinan Mutakhir Untuk produktivitas, Pembaharuan, dan Kemajuan,” tandasnya.
Modernisasi Distribusi dan Kemudahan Reservasi
Melengkapi revolusi Hingga sisi kecerdasan buatan, Singapore Airlines juga melakukan lompatan besar Untuk strategi distribusi tiketnya. Ke Maret 2025, SIA resmi Mengeluarkan Sambungan New Distribution Capability (NDC) pertamanya Lewat kemitraan Didalam situs pencarian perjalanan Dunia, Skyscanner. Lewat jaringan ini, pelanggan kini dapat menikmati proses pemesanan tiket SIA yang jauh lebih praktis dan nyaman langsung Untuk platform Skyscanner.
NDC merupakan standar Dunia yang didukung Dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Untuk mengatasi berbagai batasan Untuk distribusi inventaris maskapai Di ini. Didalam NDC, SIA mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih lincah dan efisien.
Samping Itu, SIA juga memungkinkan saluran pihak ketiga Untuk Memiliki kapabilitas yang setara Didalam situs web resmi maskapai. Hal ini secara signifikan memperkaya pilihan dan Standar penawaran Untuk pelanggan yang menggunakan platform tersebut.
Sinergi Di Keahlian NDC SIA dan Skyscanner juga Memperkenalkan alur transaksi yang lebih efisien. Pelanggan kini dapat menyelesaikan pembelian tiket secara langsung Hingga platform Skyscanner tanpa perlu diarahkan kembali Hingga situs web Singapore Airlines. Hingga depannya, fitur-fitur tambahan seperti pemilihan Bangku mandiri dan penawaran yang lebih personal Akansegera diintegrasikan secara bertahap Untuk Memperbaiki kepuasan User.
Prestasi ini didukung Dari Prestasi SIA meraih Sertifikasi NDC Tingkat 3, yang mencakup manajemen Penawaran dan Pemesanan (Offer and Order management). Sertifikasi ini Memberi kendali penuh kepada maskapai Untuk mengelola struktur tarif serta proses pembayaran. SIA berkomitmen Untuk terus Membuat kapabilitas ini guna Memperkenalkan layanan tambahan yang lebih relevan dan personal Untuk setiap individu.
“Kami sangat gembira dapat Mengeluarkan Sambungan NDC pertama kami, Didalam Skyscanner, guna Memberi kenyamanan lebih Untuk para pelanggan yang melakukan pemesanan penerbangan. Didalam Sertifikasi NDC Tingkat 3, kami juga Akansegera mencari lebih banyak Sambungan Didalam para mitra perjalanan, agar dapat Memperbaiki distribusi Lewat saluran-saluran penjualan pihak ketiga milik SIA,” ungkap Campbell Wilson, Senior Vice President Sales & Marketing.
Foto: Singapore Airlines |
Senada Didalam hal tersebut, Hugh Aitken, Senior Director Strategic Partnerships Hingga Skyscanner, Mengungkapkan kebanggaannya atas kemitraan ini. Dia percaya Ke kekuatan fitur pemesanan langsung Skycanner yang mampu meminimalisir gangguan Di proses checkout.
“Hal ini juga Akansegera memberi keuntungan kepada mitra maskapai penerbangan, seperti Singapore Airlines, berupa kapabilitas Untuk Menunjukkan pilihan-pilihan penjualan terbaik kepada para pelanggan Didalam alur pemesanan (checkout) Singapore Airlines. Platform kami sesuai Didalam penyedia NDC apa pun, memastikan kami Untuk dapat menawarkan pilihan distribusi terkemuka Hingga industri penerbangan dan mitra hotel kami,” kata Hugh Aitken, Senior Director Strategic Partnerships Hingga Skyscanner.
Ke Di Yang Sama, Yanik Hoyles, Direktur IATA Untuk Inisiatif NDC, turut Memberi apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Menurutnya, Singapore Airlines telah Membahas langkah transformatif Untuk distribusi pemesanan.
“Singapore Airlines berhasil Membahas sebuah langkah besar Untuk mentranformasikan distribusi pemesanan maskapai, Memberi lebih banyak pilihan pemesanan kepada para penumpang udara sebagai persiapan Untuk sebuah era Mutakhir ritel maskapai penerbangan yang memungkinkan NDC,” ungkap Yanik Hoyles, Direktur IATA, NDC Inisiatif,” pungkasnya.
Sekedar informasi, kangkah ambisius Singapore Airlines Untuk merangkul ekosistem AI dan modernisasi distribusi bukan sekadar tentang mengikuti Tren Keahlian, melainkan sebuah redefinisi Pada standar kemewahan dan kenyamanan Hingga udara.
Didalam memadukan Kemajuan Logika, efisiensi sistem NDC, dan kehangatan layanan khas SIA, maskapai ini Lagi membangun masa Didepan penerbangan yang lebih cerdas, Hingga mana setiap kebutuhan penumpang dapat terantisipasi Malahan Sebelumnya mereka memikirkannya.
(akd/ega)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Keahlian AI Hingga Balik Layanan Cepat dan Personal Singapore Airlines














