Jakarta –
Adopsi kecerdasan buatan (AI) kian masif Ke berbagai sektor. Tetapi, Ke lapangan banyak perusahaan masih Berusaha Mengatasi tantangan ketika masuk tahap implementasi, mulai Di integrasi Ke sistem yang sudah berjalan, kesiapan infrastruktur komputasi, proses pengadaan yang panjang, hingga Permintaan Keselamatan serta kedaulatan data.
Menjawab kebutuhan itu, Lintasarta menyediakan solusi digital terintegrasi yang berangkat Di problem industri, bukan sekadar menawarkan platform. Bersama Menampilkan Lintasarta Menampilkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), perusahaan menargetkan implementasi AI bisa berjalan lebih cepat, lebih aman, dan lebih terukur, tanpa membebani Regu teknis Bersama kompleksitas integrasi yang berlapis.
Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menjelaskan Indonesia sebenarnya punya modal Perkembangan AI yang kuat. Tetapi, agar adopsinya berdampak nyata Ke industri, dibutuhkan ‘wadah’ yang mampu menyatukan berbagai solusi Di satu ekosistem, memperlancar kolaborasi antarpelaku, serta memastikan aspek Keselamatan data terpenuhi, Agar proses implementasi bisa lebih sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Indonesia Memiliki fondasi Perkembangan AI yang sangat kuat. Tetapi, agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antarpelaku ekosistem, memastikan Keselamatan data, serta mempercepat implementasi secara terukur. AI marketspace menjadi katalis dan memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujar Nurendrantoro Di keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, model AI marketspace membuat solusi lebih mudah diintegrasikan, Diterapkan, hingga diskalakan Di satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman. Bersama Langkah Tersebut, industri dapat Memangkas kerumitan teknis sekaligus mempercepat time-to-value Di penerapan AI.
|
Ilustrasi layanan Lintasarta. Foto: dok. Lintasarta
|
AI marketspace berbasis fondasi 4C
Lintasarta memposisikan AI marketspace sebagai ‘kendaraan’ strategis Untuk menghubungkan kebutuhan industri Bersama use case yang relevan, Di tahap pemetaan tantangan sampai implementasi. Pendekatan ini dibangun Ke atas fondasi 4C Lintasarta, yakni Connectivity Untuk keandalan sistem, Cloud Untuk skalabilitas infrastruktur, Cyber Security Untuk Keselamatan dan kepatuhan data, serta Collaboration Untuk orkestrasi ekosistem, Agar penerapan solusi bisa lebih cepat, aman, dan terstandardisasi.
Sebagai wujud implementasi, LAMPU yang mengorkestrasi berbagai layanan digital dan AI, seperti Software as a Service (SaaS), compute services, Application Programming Interface (API) services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics.
Melewati pendekatan ini, Lintasarta menekankan fokusnya tetap Di penyediaan solusi yang relevan dan berdampak Untuk kebutuhan Usaha industri, Bersama memanfaatkan kapabilitas 4C sebagai tulang punggung.
Momentum Ke Indonesia Emas 2045
Lintasarta menilai Indonesia punya Kemungkinan menjadi kekuatan AI regional, ditopang Kemajuan ekonomi digital, penetrasi Keahlian, dan perkembangan talenta. Bersama pendekatan AI marketspace, Lintasarta ingin Memutuskan peran sebagai enabler sekaligus ecosystem builder Untuk mempercepat akselerasi AI nasional Ke visi Indonesia Emas 2045.
Informasi terbaru dan produk unggulan Lintasarta dapat diakses Melewati Instagram @lintasarta.official, LinkedIn Lintasarta, serta situs resmi www.lintasarta.net.
(prf/ega)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Adopsi AI Menimbulkan Kekhawatiran, Lintasarta Hadirkan ‘Marketplace’ Layanan Berbasis AI











