Jakarta –
Krisis memori Dunia sudah menyebabkan harga gadget dan Gadget elektronik lainnya meroket Di beberapa bulan terakhir. Akan Tetapi efeknya diprediksi Akansegera Lebih meluas hingga membuat banyak perusahaan bangkrut.
Pua Khein Seng, CEO perusahaan spesialis memori Phison, belum lama ini diwawancara Bersama stasiun Monitor Taiwan Next TV Yang Terkait Bersama krisis memori Dunia yang kabarnya Akansegera masih terus berlanjut hingga tahun 2027.
Di ditanya Bersama pewawancara apakah krisis ini Akansegera membuat perusahaan bangkrut atau menghentikan lini produknya, Khein-Seng setuju dan menjelaskan bahwa hal itu Akansegera terjadi jika perusahaan-perusahaan elektronik consumer tidak dapat mengamankan pasokan RAM yang cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Industri elektronik consumer Akansegera Merasakan banyak kegagalan,” kata Khein-Seng, seperti dikutip Bersama PCGamer, Kamis (19/2/2026).
“Mulai akhir tahun ini hingga 2026, banyak vendor sistem yang Akansegera bangkrut atau menghentikan lini produk Sebab kekurangan memori. Produksi Telepon Genggam Akansegera berkurang hingga 200-250 juta unit, serta produksi PC dan TV Akansegera berkurang signifikan,” sambungnya.
Ia Meramalkan orang-orang Akansegera mulai sering memperbaiki produk elektroniknya yang rusak, alih-alih langsung membuangnya dan membeli Mutakhir, Di beberapa tahun Ke Di.
Khein Seng menambahkan sejumlah produsen memori ini kini meminta pembayaran Di muka Untuk tiga tahun, hal yang tidak pernah terjadi Sebelumnya Di industri elektronik.
Ia juga mengklaim para produsen memori secara internal Meramalkan kelangkaan ini Akansegera berlangsung hingga tahun 2030, atau Justru hingga 10 tahun lagi.
Krisis memori terjadi Sesudah pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan memori dunia sebagai Pada Bersama ekspansi besar-besaran. Hal ini menyebabkan harga RAM naik hingga enam kali lipat Di beberapa bulan terakhir.
Di ini hanya tiga perusahaan (Samsung, SK Hynix, dan Micron) yang menguasai 93% Bersama seluruh pasar DRAM, dan mereka lebih mengutamakan pesanan memori canggih Untuk pusat data AI yang lebih menguntungkan ketimbang memori Untuk produk consumer.
Kendati ketiga perusahaan tersebut Di Melakukanupaya membangun lebih banyak fasilitas produksi, mereka tidak ingin membangun terlalu cepat Sebab ada risiko kelebihan produksi yang Bisa Jadi dapat merugikan mereka Di Lalu hari.
(vmp/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Krisis Memori Berlanjut, Banyak Perusahaan Diprediksi Bangkrut











