Jakarta –
CEO dan pendiri Nvidia, Jensen Huang, menepis kekhawatiran pasar bahwa industri software Untuk meredup dan Berencana digantikan Di kecerdasan buatan (AI). Justru ia menyebut anggapan tersebut sebagai hal yang paling tidak logis Di dunia.
Menurut Bloomberg, salah satu orang terkaya Di dunia itu menyampaikan hal tersebut Di Hadir Untuk ‘Cisco AI Summit’ yang diselenggarakan Di perusahaan Keahlian jaringan Cisco Di San Francisco.
“Banyak harga saham perusahaan Alat lunak berada Di bawah tekanan besar Lantaran ketakutan bahwa tool mereka Berencana merosot dan digantikan Di AI. Ini adalah pemikiran paling tidak logis Di dunia,” sebut pria berusia 62 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Indeks Alat Lunak & Layanan S&P500 AS kehilangan ratusan miliar Usd Untuk kapitalisasi pasar seiring anjloknya saham perusahaan-perusahaan Yang Terkait Di software korporasi (enterprise). Saham-saham unggulan seperti Salesforce dan Microsoft juga turun hampir 5%.
Kejadian Luar Biasa ini menyusul kekhawatiran bahwa perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI, yang telah merilis alat AI Sebagai Meningkatkan efisiensi kerja dan mengotomatiskan tugas, secara struktural mengancam model Usaha Alat lunak yang ada Di ini.
Komentar Huang menolak reaksi pasar tersebut sebagai kekhawatiran yang tidak berdasar. “Waktu Berencana membuktikan bahwa ketakutan Berencana kemunduran industri Alat lunak adalah tidak logis,” sebutnya.
Menurutnya, Unjuk Rasa jual saham perusahaan software Terbaru-Terbaru ini terlalu berlebihan. Huang menekankan bahwa AI justru Berencana membantu memanfaatkan software yang ada Di lebih baik.
“Baik manusia maupun Mesin Otomatis, jika ditanya apakah Berencana menggunakan alat atau menciptakannya kembali Di awal, jawabannya secara alami adalah menggunakannya. Perkembangan AI juga Berorientasi Di penggunaan alat, bukan menciptakannya kembali,” paparnya yang dikutip detikINET Di Chosun.
(fyk/vmp)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Bos Nvidia Tepis AI Berencana Matikan Industri Software: Tidak Logis











