Apple Beli Perusahaan AI Pelacak Wajah Didalam Israel Rp 33,5 Triliun

Jakarta

Apple memboyong perusahaan AI pelacak wajah Israel senilai USD 2 miliar atau Di Rp 33,5 triliun. Perusahaan tersebut bernama Q.ai, Mula yang spesialisasinya Hingga pelacakan gerakan wajah.

Beberapa hari Setelahnya bergaul Didalam Donald Trump dan Hadir Di pemutaran perdana Sinema dokumenter tentang Ibu Bangsa Melania Trump, Apple Mengeluarkan Akansegera mengakuisisi perusahaan AI Israel.

Menurut Bloomberg, Kelebihan Q.ai terletak Ke pemahaman komunikasi tanpa suara, yang dilakukannya Didalam Meneliti bagaimana otot wajah seseorang bergerak Pada berbicara. Publikasi tersebut berspekulasi bahwa Ilmu Pengetahuan Mula ini Ke akhirnya dapat masuk Hingga AirPods Apple, yang diperkirakan Akansegera terus Merasakan tambahan fitur AI Hingga tahun-tahun mendatang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ilmu Pengetahuan ini juga dapat masuk Hingga FaceTime dan proyek Kacamata pintar serta headset Hingga masa Di.

Johny Srouji, wakil Kepala Negara senior Ilmu Pengetahuan Gadget keras Apple dan eksekutif Israel paling senior Hingga perusahaan tersebut, mengatakan Di sebuah pernyataan kepada Ynet News bahwa Q adalah perusahaan yang luar biasa yang mempelopori cara-cara Terbaru dan kreatif Untuk menggunakan Ilmu Pengetahuan pencitraan dan pembelajaran mesin.

“Kami senang mengakuisisi perusahaan yang dipimpin Didalam Aviad dan Justru lebih senang Didalam apa yang Akansegera terjadi Hingga masa Di,” ujarnya, dikutip detikINET Didalam Gizmodo, Sabtu (31/1/2026).

Aviad yang dimaksud Di pernyataan tersebut adalah Aviad Maizels, salah satu pendiri Q.ai. Dia bukan orang Asing Untuk Apple. Ke tahun 2005, ia memulai perusahaan Alat Pengindera 3D bernama PrimeSense yang meminjamkan teknologinya Hingga versi awal Xbox Kinect milik Microsoft, sebuah sistem pengontrol penginderaan gerak.

Perusahaan tersebut akhirnya diakuisisi Didalam Apple Ke tahun 2013 dan menjadi dasar Untuk Face ID, sistem otentikasi pengenalan wajah Apple yang dirilis Ke tahun 2017. Maizels bekerja Hingga Apple hingga beberapa tahun lalu, ketika ia kembali mendirikan perusahaan sendiri Untuk Mengeluarkan Q.ai.

Ada kemungkinan besar akuisisi ini tidak Akansegera diterima Didalam baik Didalam sebagian karyawan Apple, yang Pada bertahun-tahun telah Mendorong Apple Untuk Memikat investasinya Didalam Israel. Perusahaan tersebut dituduh Menyediakan sumbangan yang sama kepada Pasukan Defender Israel, yang melakukan apa yang Didalam Organisasi Internasional ditetapkan sebagai genosida Pada warga Palestina Hingga Gaza, dan kepada organisasi yang terlibat Di pembangunan pemukiman ilegal Hingga Daerah pendudukan.

Perusahaan tersebut juga telah mengoperasikan fasilitas Studi dan Pembuatan Hingga Israel Pada hampir satu dekade. Menurut laporan Didalam CTech, Di 30% karyawan Q.ai direkrut Untuk dinas militer IDF Setelahnya Hamas melakukan serangan Pada Israel Ke 7 Oktober 2023.

(ask/rns)


Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Apple Beli Perusahaan AI Pelacak Wajah Didalam Israel Rp 33,5 Triliun

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ