Bikin Pabrik HP Di Amerika, Raksasa Smartphone Gagal Total


Jakarta

Di tahun 2013, Motorola mencoba menyaingi dominasi Apple dan Samsung Supaya mencoba membuat HP Di Amerika Serikat. Akan Tetapi upaya itu akhirnya gagal total.

“Ada segmen pelanggan berkata, ‘Hei, jika Anda memproduksi produk Di Amerika Serikat, saya lebih cenderung mempertimbangkannya,” ujar Dennis Woodside, mantan CEO Motorola.

Akan Tetapi Motorola menutup pabrik Di Texas tahun berikutnya dan menghentikan perakitan Moto X Di Untuk negeri, Smart Phone andalannya Pada itu yang dimaksudkan Sebagai bersaing Bersama iPhone dan Galaxy terbaru.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman Hidup Woodside menggarisbawahi mengapa banyak produk Keahlian seperti smartphone mayoritas dirakit Di Asia dan Amerika Selatan, bukan AS. Kedekatan Bersama pemasok, biaya tenaga kerja, kesenjangan Untuk Kekuatan yang dibutuhkan dan kesulitan Memperoleh pekerja membuat produksi HP Di AS sangat sulit.



ADVERTISEMENT

Balakangan, Donald Trump menekan Apple dan Samsung membuat HP Di AS atau Berjuang Bersama tarif. Pungutan lebih tinggi Di Pembelian Barang Untuk Luar Negeri Untuk China Berencana mulai berlaku 12 Agustus kecuali kedua pihak menyetujui kesepakatan. India, sekarang pengekspor smartphone terbesar dunia Hingga AS, terancam tarif 25%.

Woodside, yang menjalankan Motorola Di bawah Google Untuk Mei 2012 hingga dijual Hingga Lenovo tahun 2014, punya saran Sebagai perusahaan yang coba membuat HP Di AS yaitu jangan remehkan sulitnya menemukan pekerja terampil dan pertahankan mereka.

“Anda harus cermat menggunakan otomatisasi dan benar-benar cerdas Mengkaji semua aspek ekonomi Sebagai memastikan Di akhirnya, Anda dapat bersaing Untuk hal harga Di pasar,” katanya.

Perusahaan Keahlian yang Pada itu dimiliki Google membuat taruhan ambisius memproduksi Moto X Di Fort Worth, Texas. Mereka menyediakan lebih banyak kustomisasi daripada iPhone atau Galaxy. Konsumen dapat menyesuaikan detail tertentu seperti warna tombol dan panel Di. “Sebagai melakukan itu, Anda harus memproduksi lebih Didekat Bersama konsumen,” kata Woodside.

Meski Motorola merakit Moto X Di Texas, komponen seperti baterai, layar, dan motherboard bersumber Untuk Asia. Akan Tetapi, Smart Phone tersebut tiak terjual cukup baik. Strategy Analytics melaporkan hanya 500.000 unit terjual Di kuartal ketiga 2013. Mei 2014, Motorola mengonfirmasi Ide menutup pabrik dan merakit Smart Phone Di tempat lain.

“Jelas ada biaya yang lebih tinggi, yang merupakan tantangan. Dan Anda berurusan Bersama rantai pasokan yang sangat terfragmentasi,” cetus Woodside yang dikutip detikINET Untuk CNN.

Di Di tantangan terbesar adalah pelatihan dan mempertahankan karyawan. Para pekerja Memperoleh banyak pilihan lain, seperti pekerjaan Di ritel atau layanan Makanan, Supaya sulit Sebagai Memikat dan mempertahankan staf. Sambil Itu, sifat spesifik Untuk pekerjaan tersebut justru membuatnya Lebihterus sulit.

“Mungkin Saja ada beberapa ratus komponen (Smart Phone), dan ukurannya sangat kecil. Kebanyakan orang sama sekali tidak terbiasa Bersama pekerjaan semacam itu Di AS Kami harus melatih orang-orang Sebagai jenis pekerjaan spesifik itu,” paparnya.

Situasinya berbeda Di China, Di mana pasar tenaga kerja Sebagai merakit HP berlimpah dan sektor Produksi berkembang pesat. Tahun 2023, Di 123 juta orang bekerja Di sektor Produksi Di China.

Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Bikin Pabrik HP Di Amerika, Raksasa Smartphone Gagal Total