Gadget  

3 Tahun ROG Ally Di RI, Asus Klaim Kuasai 80% Pasar Konsol Handheld

Jakarta –

Asus pertama kali Mengeluarkan konsol handheld ROG Ally Di Indonesia Di tahun 2023. Tiga tahun Lalu, lini produk gaming ini diklaim sudah mendominasi pasar handheld Tanah Air.

Brama Setyadi, Head of Digital & PR Asus Indonesia mengatakan survei internal Asus Menunjukkan lini ROG Ally Pada ini menguasai 80% pangsa pasar konsol gaming handheld Di Indonesia.

“Kita melakukan Kajian kecil-kecilan Di yang menjual handheld gaming. Sampai first half 2026 itu 4 Di 5 handheld yang terjual adalah ROG Ally, Karena Itu ya boleh dibilang kita 80% menguasai pasar Indonesia,” kata Brama Di Peristiwa hands-on Asus ROG Xbox Ally X20.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brama menambahkan pencapaian ini bisa diperoleh Sebab beberapa faktor, salah satunya Bersama selalu mendengarkan masukan Di Pemakai. Misalnya, ketika banyak gamer meminta konsol genggam Bersama layar OLED, Asus Mengeluarkan ROG Xbox Ally X20 yang menggunakan panel tersebut.

Brama Setyadi, Head of Digital & PR Asus Indonesia Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Asus Mutakhir saja Mengeluarkan ROG Xbos Ally X20 Bagi memperingati ulang tahun lini Republic of Gamers Di-20. Sebelumnya Itu perusahaan asal Taiwan ini sudah Mengeluarkan ROG Ally, ROG Ally X, ROG Xbox Ally, dan ROG Xbox Ally X Di Indonesia.

Brama mengakui Kejuaraan Di pasar konsol handheld Indonesia sudah Lebihterus ketat. Persaingan datang tidak hanya Di lini produk yang diluncurkan resmi Di Indonesia seperti Lenovo Legion Go, tapi juga model yang tidak dirilis resmi seperti Steam Deck.

Belum lama ini, pasar konsol handheld Indonesia juga diramaikan Bersama kehadiran lini Nintendo Switch. Akan Tetapi, Brama mengaku Asus tidak khawatir Sebab Switch dan ROG Ally Memperoleh pasar yang berbeda.

Ia mengatakan banyak konsumen yang membeli ROG Ally tidak hanya Bagi main game, tapi juga dipakai sebagai PC Windows 11 mini Bagi bekerja. Fungsi itu tidak tersedia dipakai Switch yang dirancang sebagai alat hiburan.

“Kalau Switch itu beneran mereka yang buat hiburan, beneran game lah gitu,” ujar Brama.

“Kalau yang Ally ini agak sedikit nge-cross Di productivity juga, Karena Itu sebenarnya tidak terlalu khawatir Sebab kita ya itu bisa hybrid usage,” pungkasnya.

(vmp/vmp)


Virgina Maulita Putri

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: 3 Tahun ROG Ally Di RI, Asus Klaim Kuasai 80% Pasar Konsol Handheld

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ